Selasa, 26 Mei 2009

PERSALINAN


2.1 DEFINISI

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi ( janin dan uri ) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan ( kekuatan sendiri ).
( Manuaba, 1998 : 156 )
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang dapat hidup kedunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain.
( Sinopsis Obstetri, 1998 : 91 )
Partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar.
( Sarwono, 2005 : 181 )
Persalinan adalah proses alami yang akan berlangsung dengan sendirinya, tetapi persalinan pada manusia setiap saat terancam penyulit yang yang membahayakan ibu maupun janinnya sehingga memerlukan pengawasan, pertolongan dan pelayanan dengan fasilitas yang memadai.
( Kesehatan Reproduksi Wanita, 2002 : 138 )

2.2 BENTUK PERSALINAN
· Persalinan spontan, bila persalinan berlangsung dengan tenaga sendiri.
· Persalinan buatan, bila persalinan denagn rangsangan sehingga terdapat kekuatan untuk persalinan.
· Persalinan anjuran, yang paling ideal sudah tentu persalinan spontan karena tidak memerlukan bantuan apapun dan mempunyai trauma persalinan yang paling ringan sehingga kualitas sumber daya manusia dapat terjamin.
( Kesehatan Reproduksi Wanita, 2002 : 138 )

2.3 BEBERAPA ISTILAH YANG ADA HUBUNGANNYA DENGAN PARTUS

1. Menurut cara persalinan
· Partus biasa ( normal )disebut juga partus spontan, adalah proses lahirnya bayi pada LBK dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.
· Partus luar biasa ( abnormal ) ialah persalinan pervaginam dengan bantuan alat-alat atau melalui dinding perut dengan operasi caesarea.

2. Menurut tua ( umur ) kehamilan :
· Abortus ( keguguran )adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup ( viable )- berat janin di bawah 1000gr- tua kehamilan di bawah 28 minggu.
· Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada kehamilan 28-38 minggu, janin dapat hidup tetapi prematur berat janin antara 1000-2500gr.
· Partus maturus atau aterm ( cukup bulan ) adalah partus pada kehamilan 37-40 minggu, janin matur, berat badan diatas 2500gr.
· Partus post maturus ( serotinus ) adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu partus yang di taksir, janin disebut post matur.
· Partus presipatatus adalah partus yang berlangsung cepat, mungkin di kamar mandi, di atas becak dan sebagainya.
· Partus percobaan adalah suatu penilaian kemajuan persalinan untuk memperoleh bukti tentang ada atau tidaknya disproporsi sefalopelvik.


Pembagian menurut buku lama adalah :
· Abortus ialah penghentian atau pengeluaran hasil konsepsi pada kehamilan 16 minggu atau sebelum plasentasi selesai.
· Partus imaturus adalah penghentian kehamilan sebelum janin viable atau berat janin kurang dari 1000gr atau kehmailan di bawah 28 minggu.
3. Gravida dan para
· Gravida adalah seorang wanita yang sedang hamil.
· Primigravida adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya.
· Para adalah seorang wanita yang pernah melahirkan bayi hidup untuk pertama kalinya.
· Nullipara adalah seorang wanita yang belum pernah melahirkan bayi viable.
· Primipara adalah seorang wanita yang pernah melahirkan bayi hidup untuk pertama kalinya.
· Multipara atau pleuripara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi viable beberapa kali ( sampai 5 kali ).
· Grande multipara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi 6 kali atau lebih, hidup atau mati.
( Sinopsis Obstetri, 1998 : 91-92 )

2.4 SEBAB-SEBAB YANG MENIMBULKAN PERSALINAN
Sebab-sebab terjadinya persalinan belum diketahui benar, yang ada hanyalah merupakan teori-teori ayng kompleks antara lain dikemukakan faktor-faktor hormonal, sirkulasi rahim, pengaruh tekanan pada syaraf dan nutrisi.
1) Teori penurunan hormon : 1-2 minggu sebelum partus mulai terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Progesteron bekerja sebagai penenang otot-otot polos rahim dan akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul his bila kadar progesteron turun.
2) Teori plasenta menjadi tua akan menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesteron yang menyebabkan kekejangan pembuluh darah hal ini akan menimbulkan kontraksi rahim.
3) Teori distensi rahim : rahim yang menjadi besar dan meregang menyebabkan iskemia otot-otot rahim, sehingga mengganggu sirkulasi utero plasenter.
4) Teori iritasi nekanik : dibelakang serviks terletak ganglion servikale (fleksus frankenhauser). Bila ganglion ini digeser dan di tekan, misalnya oleh kepala janin, akan timbul kontraksi uterus.
5) Induksi partus ( Induction of labour ), partus dapat pula ditimbulkan dengan jalan :
· Gagang laminaria : beberapa laminaria dimasukkan dalam kanalis servikalis dengan tujuan merangsang fleksus frankenhauser.
· Amniotomi : pemecahan ketuban
· Oksitosin drips : pemberian oksitosin menurut tetesan per infus.
( Sinopsis Obstetri, 1998 : 93 )

2.5 PERMULAAN TERJADINYA PERSALINAN
Dengan turunnya hormon progesteron menjelang persalinan dapat terjadi kontraksi. Kontraksi otot rahim menyebabkan :
1) Turunnya kepala, masuk pintu atas panggul, terutama pada primigravida minggu ke -36 dapat menimbulkan sesak bagian bawah, di atas simpisis pubis dan sering ingin kencing karena kandung kemih tertekan kepala.
2) Perut lebih melebar karena fundus uteri turun.
3) Terjadi perasaan sakit di daerah pinggang karena kontraksi ringan otot rahim dan tertekannya fleksus frankenhuser yang terletak sekitar serviks ( tanda persalinan palsu-false labour .
4) Terjadi pengeluaran lendir, dimana lendir penutup serviks dilepaskan.
5) Terjadi perlunakan serviks karena terdapat kontraksi otot rahim.
( Manuaba, 1998 : 160 )

2.6 TANDA-TANDA PERSALINAN
Gejala persalinan sebagai berikut :
1. Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek.
2. Dapat terjadi pengeluaran pembawa tanda, yaitu :
· Pengeluaran lendir
· Lendir bercampur bawah
3. Dapat disertai ketuban pecah
4. Pada pemeriksaan dalam, dijumpai perubahan serviks :
· Perlunakan serviks
· Pendataran serviks
· Terjadi pembukaan serviks
Faktor-faktor penting dalam persalinan adalah :
1. Power
· His ( kontraksi rahim )
· Kontraksi otot dinding rahim
· Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengejan
· Ketegangan dan kontraksi ligamentum rotundum
2. Pasanger
· Janin dan plasenta
3. Passage
· Jalan lahir lunak dan jalan lahir tulang.
Pada waktu partus akan terjadi perubahan-perubahan pada uterus, serviks, vagian dan dasar panggul.
( Manuaba, 1998 : 160 )
2.7 PEMBAGIAN TAHAP PERSALINAN
Persalinan dibagi menjadi 3 tahapn atau langkah. Beberapa lembaga memperbanyak dan membagi tahap ketiga, menambahkan tahap ke empat atau tahap uterine.
· KALA I
Kala I berlangsung dari awl gejala sampai serviks berdilatasi sempurna (10). Termasuk awal fase laten, dimana kontraksi masih tak teratur atau sangat lemah. Fase aktif, dimana kontraksi menjadi lebih sering, lebih lama, dan lebih kuat. Dan fase transisi yang singkat, yang terjaid tepat sebelum dilatasi dan pendataran sempurna. Lamanya kala I rata-rata 6 sampai !8 jam pada primipara dan 2 sampai 10 jam pada multipara, dengan variasi individu yang sangat besar.
· KALA II
Kala II diawali denag dilatasi sempurna serviks dan diakhiri dengan kelahiran bayi. Kontraksi pada kala ini biasanya sangat kuat. Kemampuan ibu untuk menggunakan otot-otot abdomennya dan posisi bagian presentasi menggunakan durasi kala II. Pada multipara kala II berakhir sekitar 20 menit. Pada primipara menghabiskan waktu sampai 2 jam untuk bayi melewati serviks yang berdilatasi dan jalan lahir.
· KALA III
Kala III di awali dengan keluarnya bayi dari uterus dan diakhiri dengan keluarnya plasenta. Proses ini biasanya berakhir hanya beberapa menit baik pada multipara maupun primipara.
· KALA IV
Disebut kala IV diawali dengan keluarnya plasenta dan berakhir ketika uterus tidak relaksasi lagi, yaitu saat bahaya hemorargi post partum telah lewat kala IV. Mungkin menjadi lebih panjang pada multipara dari pada primipara, tetapi biasanya rata-rat dari 4 sampai 12 jam.
Secara umum, persalinan bagi primipara dua kali lebih lama dari pada multipara ( persalinan pada wanita yang tidak melahirkan lagi selama 10 tahun hampir sama dengan yang terjadi pada primipara ). Tentu saja, lamanya waktu persalinan pada setiap wanita tergantung pada ukuran jalan lahir ayng berhubungan denagn bayi, jumlah kehamilan sebelumnya, posisi bayi dan kualitas kontraksi uterus.
( Persis Mary Hamilton, 1995 : 135 )

2.8 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN
Tanggal : Jam :
Tempat :
Oleh :
I. PENGKAJIAN
A. Data Subyektif
1. Biodata
Nama ibu : Untuk memudahkan panggilan dan menghindari kekeliruan dalam pemberian terapi
Umur : Menentukan pasien termasuk resiko tinggi atau tidak, resiko tinggi usia < 20 tahun dan >35 tahun.
Agama : Untuk mengetahui kepercayaan klien terhadap agama dan mengenali hal-hal yang berkaitan dengan masalah asuhan yang diberikan
Suku/bangsa : Untuk memudahkan proses pengkajian
Pendidikan : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua sebagai dasar dalam memberikan asuhan
Pekerjaan : Untuk mengetahui status ekonomi dan aktifitas ibu
Penghasilan : Untuk mengetahui taraf ekonomi
Alamat : Untuk mengetahui tempat tinggal, menjaga kemungkinan bila ada ibu yang sama namanya


2. Keluhan utama
Berisi keluhan yang dirasakan oleh ibu.
3. Riwayat penyakit yang sedang diderita
· Riwayat penyakit ibu
Menguraikan tentang riwayat penyakit ibu misalnya ibu pernah atau tidak menderita penyakit menular, menahun dan menurun yang sekarang diderita ataupun yang telah sembuh
· Riwayat penyakit keluarga
Menguraikan tentang riwayat penyakit yang pernah dan sedang diderita oleh suami dan keluarga lainnya. Bisa penyakit menular, menahun ataupun penyakit menurun
4. Riwayat menstruasi.
HPHT : Untuk menentukan HPL/ TP
5. Riwayat kehamilan sekarang.
Berisi tentang uraian kehamilan sekarang mulai hamil yang ke berapa, pernah abortus atau tidak, berapa kali periksa kehamilan, dimana dan kapan, terapi apa saja yang telah diperoleh, imunisasi TT berapa kali selama kehamilan, keluhan apa yang dirasakan dan kapan gerakan janin pertama kali dirasakan.
6. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Berisi tentang riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu apakah ada masalah atau tidak

B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
Menguraikan tentang hasil pemeriksaan petugas yang telah dilakukan, misalnya :
- Keadaan Umum : Baik/Cukup/Kurang
- Kesadaran : Composmentis


- TTV
Tekanan Darah : 110/90 mmHg
Nadi : 80 x/mnt
RR : 20 x/mnt
Suhu : 36,8 0C
( Pusdiknakes, 1993:78 )

2. Pemeriksaan fisik
a. Inspeksi
Kepala : Bersih/tidak, ketombe ada/tidak, rontok/tidak, warna rambut, rambut pendek/panjang, lurus/tidak
Muka : Tampak pucat/tidak,ada/tidak flek-flek hitam, ada/tidak luka bekas operasi
Mata : Simetris/tidak kanan/kiri, warna sklera putih/tidak, kunjungtiva merah muda/tidak
Hidung : Terdapat sekret/tidak kanan/kiri, simetris / tidak kanan/kiri
Telinga : Simetris/tidak kanan/kiri, serumen ada/tidak kanan/kiri
Mulut : Keadaan bibir, ada stomatitis/tidak, terlihat/tidak karies, terlihat epulis/tidak, terlihat gusi bengkak/tidak
Leher : Terlihat pembesaran kelenjar tiroid/tidak, terdapat pembesaran vena jugularis, terlihat luka bekas operasi/tidak.
Dada : Apakah bentuk normal / tidak
Payudara : Simetris/tidak kanan/kiri, ada nyeri tekan/tidak, ada benjolan abnormal/tidak
Abdomen : Terdapat luka bekas operasi/tidak, ada/tidak striae albicans, terlihat linea/tidak
Genetalia : Ada kelainan/tidak, terlihat varises/tidak
Anus : Ada haemorroid/tidak

Ekstremitas
Atas : Apakah oedema/ tidak, simetris / tidak, varises/tidak
Bawah : Apakah oedema/ tidak, simetris / tidak, varises/tidak
( Ida Bagus Gde Manuaba, 1999:283 )
b. Palpasi
Leher : Apakah ada pembesaran kelanjar tiroid, vena jugularis/tidak
Dada dan Payudara : Teraba benjolan abnormal/tidak, colostrum +/-
Perut : Leopod I : Untuk mengetahui bagian anak yang ada di fundus dan TFU
Leopod II : Untuk mengetahui letak punggung bayi
Leopod III : Bagian terendah kepala / bokong
Leopod IV : Berapa bagian masuk PAP, divergen/konvergen
( Pusdiknakes, 1993:71 )
c. Auskultasi
Mengetahui kesejahteraan janin yaitu dengan mengetahui DJJ
( Cunningham, 1995:211 )
d. Perkusi
Mengetahui reflek patella pada ibu
( Depkes RI, 2000:20 )
3. Pemeriksaan Dalam
Pemeriksaan dalam bertujuan untuk meraba keadaan serviks, bagian terendah bayi menentukan kemajuan persalinan dan untuk melakukan tindakan yang cepat.
Bagian-bagian dari pemeriksaan dalam yaitu :
1. Vulva
2. Vagina
3. Porsio
4. Pembukaan
5. Efficement
6. Ketuban
7. Bagian terdahulu janin
8. Bagian terendah janin
9. Penurunan Hodge
( Rustam Mochtar, 2003:273 )

II. INTERPRETASI DATA DASAR
Dx : Berisi 10 diagnosa kehamilan
DS : Berisi tentang apa saja yang dikatakan ibu yang mendukung semua diagnosa
DO : Berisi tentang data yang telah kita peroleh dari pemeriksaan yang juga mendukung semua diagnosa dan mendukung data subyektif
Masalah : Berisi tentang masalah yang ada pada ibu bersalin. Saat persalinan dan pelaksanaan masalah ini di dukung dengan adanya data subyektif.

III. DIAGNOSA POTENSIAL
Untuk mengetahui diagnosa yang mungkin terjadi setelah ditemukan diagnosa utama.

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Setelah data subyektif dan data obyektif terkumpul, langkah selanjutnya adalah analisa data untuk merumuskan diagnosa dan masalah dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Mencari hubungan data atau faktor yang satu dengan yang lainnya untuk mencari sebab dan akibat.
b. Menentukan masalah dan apa masalah utama
c. Menentukan penyebab utamanya
d. Menentukan tingkat resiko masalah
V. INTERVENSI
Dx : Ny.”S” G… P… Ab…. Usia Kehamilan …. Minggu, tunggal, hidup, intra uterin dengan ……
Tujuan : - Proses persalinan berjalan lancar dan normal
- Tidak ada komplikasi
- Ibu dan bayi selamat
Kriteria Hasil : Ibu dan janin dalam keadaan normal
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Tekanan darah 110/60 – 120/80 mmHg
Nadi 60 – 100 x/ menit
Suhu 36 – 37 ยบ C
Pernafasan 16 – 20 x/ menit
DJJ 120 – 160 x/ menit
His ( + )
Periksa dalam :
· Pembukaan bertambah disertai penurunan kepala
· Partograf tidak melewati atau berada di garis bawah waspada

Intervensi
1. Lakukan pendekatan pada ibu dan keluarga
R/ Mempermudah proses anamnesa
2. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
R/ Mencegah infeksi silang
3. Jelaskan kondisi ibu pada ibu dan keluarga
R/ Mengetahui perkembangan kondisi ibu
4. Sarankan ibu jalan-jalan dahulu, jika capek di buat istirahat
R/ Membantu penurunan kepala supaya lebih cepat

5. Anjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
R/ Menyiapkan tenaga ( power ) dalam persalinan
6. Jelaskan tanda-tanda persalinan yang semakin dekat ( kala I )
R/ Mengetahui tanda-tanda proses persalinan
7. Siapkan perlengkapan persalinan
R/ Persiapan perlengkapan persalinan siap pakai
8. Anjurkan ibu untuk miring kiri
R/ Memepercepat penurunan dan sirkulasi darah ke janin
9. Lakukan observasi sesuai jadwal
R/ Mengetahui kemajuan persalinan
Masalah : Gangguan rasa nyaman sehubungan dengan perut ibu yang terasa kenceng-kenceng.
Tujuan : Setelah di lakukan asuhan kebidanan diharapkan ibu dapat beradaptasi dengan keadaan ini dan ibu bisa lebih tenang.
Kriteria hasil : Ibu tidak khawatir dengan rasa sakit yang sedang di rasakan
1. Jelaskan tanda-tanda kala I persalinan
R/ Mengetahui kemajuan persalinan
2. Jelaskan bahwa rasa sakit yang di alami oleh ibu adalah normal
R/ Mengurangi rasa cemas
3. Anjurkan pada ibu untuk bernafas panjang
R/ Nafas panjang mengurangi rasa sakit
4. Anjurkan suami atau keluarga untuk mendampingi ibu
R/ Memberi motivasi ibu

VI. IMPLEMENTASI
Dilaksanakan mengacu pada intervensi

VII. EVALUASI
Mengacu pada kriteria hasil

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar